Emas Menguat, Siap Catatkan Kinerja Bulanan Terbaik dalam Empat Bulan Berkat Data Inflasi AS



Harga emas dunia menguat sekitar 1% pada perdagangan Jumat, menempatkannya di jalur menuju kinerja bulanan terbaik sejak April. Dorongan utama datang dari data inflasi Amerika Serikat yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga pada bulan depan.

Kinerja Harga Emas dan Data Terbaru

Harga spot emas tercatat naik 0,8% menjadi US$3.443,19 per troy ounce pada pukul 13:53 waktu New York, level tertinggi sejak 17 Juli. Sepanjang Agustus, emas telah menguat 4,7%, menandai reli bulanan paling solid dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,2% ke US$3.516,1.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) memang stabil, namun tercatat melemah 2,2% sepanjang bulan Agustus. Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia ini di pasar global.

Inflasi AS dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Data ekonomi terbaru menunjukkan belanja konsumen AS meningkat solid pada Juli, sementara inflasi inti juga ikut naik akibat tarif impor yang mendorong harga sejumlah barang. Indeks Harga PCE—indikator inflasi pilihan The Fed—naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, sesuai perkiraan pasar.

Kondisi ini semakin memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan segera melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Pelaku pasar kini menilai ada kemungkinan hampir 89% terjadinya pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada rapat kebijakan September, naik dari 85% sebelum data inflasi dirilis.

Lingkungan Suku Bunga Rendah Menguntungkan Emas

Emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap (non-yielding) umumnya berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah. Hal ini karena investor cenderung beralih ke aset lindung nilai seperti emas untuk menjaga nilai investasi di tengah pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi.

Selain faktor suku bunga, ketidakpastian politik turut memperkuat permintaan emas. Seorang hakim federal AS akan mempertimbangkan upaya untuk memblokir langkah Presiden Donald Trump dalam memberhentikan Gubernur The Fed, Lisa Cook. Isu independensi bank sentral tersebut menambah ketidakpastian dan mendorong aliran dana ke emas.

Permintaan Emas dan Aset Logam Mulia Lainnya

Menurut catatan Commerzbank, arus masuk ke ETF berbasis emas mencapai hampir 15 ton hanya dalam dua hari terakhir. Hal ini menandakan tingginya minat investor terhadap logam mulia sebagai aset aman (safe haven). Meski demikian, analis memperingatkan bahwa potensi kenaikan emas di atas level US$3.400 tampak semakin terbatas karena pasar mulai melakukan aksi ambil untung.

Sementara itu, perak spot naik 1,7% ke US$39,77 per ounce, platinum menguat 0,3% ke US$1.362,86, keduanya masih berada di jalur kenaikan bulanan. Sebaliknya, palladium stagnan di US$1.102,08 per ounce dan berpotensi menutup bulan dengan kerugian.

Prospek Emas ke Depan

Dengan kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan politik AS, emas diperkirakan tetap memiliki dukungan kuat dalam jangka pendek. Namun, investor juga perlu memperhatikan dinamika pasar, karena reli yang terlalu cepat dapat memicu aksi koreksi teknikal.

Bagi investor global, emas tetap menjadi instrumen utama dalam menghadapi risiko inflasi, ketidakpastian ekonomi, dan fluktuasi kebijakan moneter The Fed.

Source: Reuters

Komentar

Postingan populer dari blog ini