Pasangan mata uang EUR/USD bergerak sedikit menguat ke 1.0833 pada perdagangan Jumat, namun tetap berada di jalur penurunan mingguan lebih dari 0,3%. Penguatan tipis ini terjadi di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga yang lebih besar pada pertemuan berikutnya, menyusul tanda-tanda lemahnya aktivitas bisnis di kawasan euro.
Data terbaru menunjukkan indeks iklim bisnis Jerman versi Ifo mengalami kenaikan tipis pada Oktober, mengindikasikan adanya sedikit perbaikan dalam persepsi dunia usaha. Namun, secara keseluruhan sentimen tetap lemah karena aktivitas bisnis zona euro kembali mengalami stagnasi bulan ini. Perlambatan tersebut memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar mungkin dibutuhkan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang terus kehilangan momentum.
ECB sejauh ini telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini, masing-masing sebesar 25 basis poin. Meski demikian, pasar kini mulai memperkirakan langkah yang lebih agresif di pertemuan mendatang. Analis menilai tekanan untuk melakukan pelonggaran yang lebih besar semakin meningkat seiring menurunnya inflasi dan melemahnya permintaan domestik di beberapa negara utama kawasan euro.
Bank sentral nasional Jerman, Bundesbank, juga menjadi sorotan setelah komentarnya yang lebih terbuka terhadap kemungkinan pemangkasan besar. Presiden Bundesbank, Joachim Nagel—yang dikenal sebagai salah satu anggota paling hawkish di Dewan Pemerintahan ECB—baru-baru ini ditanya dua kali di Washington mengenai peluang pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember. Menariknya, Nagel tidak secara tegas menolak kemungkinan tersebut. Analis dari ING menilai bahwa sebulan lalu, Nagel kemungkinan besar akan menjawab dengan penolakan tegas. Perubahan nada ini dipandang sebagai sinyal bahwa bahkan anggota paling konservatif sekalipun kini mulai mempertimbangkan opsi pelonggaran yang lebih dalam.
Sementara itu, di Inggris, pasangan GBP/USD diperdagangkan relatif stabil di sekitar 1.2972, meskipun menuju penurunan mingguan sekitar 0,5%. Pound sterling sempat menyentuh level terendah dua bulan pada Rabu sebelum sedikit pulih menjelang akhir pekan. Pergerakan terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati pasar menjelang pidato penting Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, di Washington pada Sabtu.
Bailey sebelumnya telah memberikan isyarat bahwa BoE dapat menjadi “lebih aktif dalam pemangkasan suku bunga” jika data inflasi terus menunjukkan perbaikan. Komentar yang akan disampaikan pada akhir pekan ini berpotensi memberikan petunjuk arah kebijakan moneter Inggris selanjutnya, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral utama dunia sedang bersiap memasuki fase pelonggaran baru untuk menopang pertumbuhan ekonomi global.
Secara keseluruhan, dinamika di pasar valuta asing menunjukkan bahwa fokus investor kini tertuju pada langkah-langkah kebijakan moneter yang akan diambil oleh ECB dan BoE. Dengan melemahnya data ekonomi Eropa dan meningkatnya tekanan terhadap pertumbuhan, keputusan ECB untuk memperbesar skala pemangkasan suku bunga pada Desember mendatang dapat menjadi titik balik penting bagi arah pergerakan euro di penghujung tahun.
Source: Investing.com
Komentar
Posting Komentar