Emas Melemah Seiring Penguatan Dolar AS, Pasar Fokus pada Keputusan The Fed

Harga emas (XAU/USD) bergerak di sekitar $3.335 per ons pada perdagangan Senin, melemah untuk hari ketiga berturut-turut seiring penguatan Dolar AS dan meningkatnya selera risiko di pasar global. Sejumlah kesepakatan dagang internasional, termasuk perjanjian antara AS–Uni Eropa dan AS–Jepang, serta dibukanya kembali pembicaraan gencatan dagang antara AS dan Tiongkok, telah mendorong sentimen positif sekaligus mengurangi kebutuhan terhadap aset aman seperti emas.

Dolar AS terus mendapatkan dukungan dari optimisme perdagangan, namun pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dua hari yang dimulai Selasa. Meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, konferensi pers pasca-pertemuan yang dipimpin Ketua Jerome Powell akan menjadi sorotan utama untuk membaca arah kebijakan moneter sepanjang sisa tahun ini.

Momentum bullish emas masih terbatasi, dengan investor enggan melakukan aksi agresif sebelum ada kejelasan lebih lanjut terkait arah suku bunga. Tekanan politik dari Presiden Donald Trump terhadap bank sentral, ditambah komentar dovish dari sejumlah pejabat The Fed, menambah ketidakpastian mengenai prospek kebijakan moneter. Kritik Trump yang berulang kali ditujukan kepada Powell menimbulkan kekhawatiran tentang independensi The Fed, sementara Gubernur Fed Christopher Waller dan Wakil Ketua Bowman telah memberi sinyal dukungan terhadap pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang.

Kondisi ini membuat nada pernyataan Powell serta isi kebijakan yang diumumkan minggu ini menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan pasar. Selain itu, fokus investor juga tertuju pada rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk GDP, inflasi PCE, dan laporan ketenagakerjaan NFP. Potensi volatilitas pasar semakin besar seiring menumpuknya agenda ekonomi dan ketidakpastian kebijakan.

Selama belum ada sinyal yang lebih jelas dari The Fed, emas diperkirakan akan tetap bergerak dalam kisaran terbatas, tertekan oleh kekuatan Dolar AS dan membaiknya sentimen global yang mengurangi daya tarik aset safe haven.

Source: Newsmaker.id



Komentar

Postingan populer dari blog ini