Gubernur BOE Andrew Bailey: Inflasi Inggris Mendingin Lebih Cepat dari Perkiraan
Gubernur Bank of England (BOE), Andrew Bailey, menyatakan bahwa proses penurunan inflasi di Inggris berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Pernyataan ini menjadi sinyal terbaru bahwa bank sentral kemungkinan akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan berikutnya bulan November, seiring dengan membaiknya kondisi harga dan menurunnya tekanan inflasi.
Dalam acara Institute of International Finance di Washington pada Rabu, Bailey menegaskan bahwa inflasi saat ini berada di bawah proyeksinya setahun lalu. Ia menyebut perkembangan tersebut sebagai “cerita yang baik” karena efek putaran kedua yang semula dikhawatirkan akan memperpanjang tekanan harga kini mulai mereda. “Disinflasi terjadi lebih cepat dari yang kami perkirakan, tetapi masih ada pertanyaan mendasar apakah perekonomian Inggris mengalami perubahan struktural,” kata Bailey.
Komentar Bailey memperkuat ekspektasi bahwa BOE akan kembali melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan 7 November mendatang, setelah sempat menahan diri dari pemangkasan suku bunga pada September. Meskipun dalam pertemuan terakhir bank sentral menegaskan akan berhati-hati dalam melakukan pelonggaran, Bailey kini memberi sinyal bahwa langkah pemangkasan suku bunga dapat dilakukan lebih agresif apabila tren positif inflasi terus berlanjut.
Pernyataan tersebut mendorong keyakinan pasar bahwa BOE sedang menuju siklus pelonggaran yang lebih cepat. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga bulan depan dan peluang sebesar 60% untuk penurunan tambahan sebesar 25 basis poin pada Desember. “Jika Anda menanyakan pada saya setahun lalu berapa inflasi hari ini, saya akan memperkirakan nilainya sedikit lebih tinggi dari kenyataannya,” ujar Bailey. Harapan terhadap pelonggaran kebijakan yang lebih cepat meningkat setelah inflasi tahunan Inggris turun di bawah target 2% untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
Namun, Bailey menegaskan bahwa para pejabat masih menilai apakah ada perubahan struktural dalam ekonomi Inggris yang dapat menjaga tekanan harga tetap tinggi, terutama yang berasal dari pasar tenaga kerja. Beberapa pembuat kebijakan masih berhati-hati terhadap inflasi di sektor jasa yang tetap tinggi mendekati 5% dan kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat. Anggota Komite Kebijakan Moneter BOE, Megan Greene, bahkan menekankan perlunya pendekatan yang lebih bertahap dalam menurunkan suku bunga untuk menghindari risiko inflasi yang kembali meningkat.
Bailey menambahkan bahwa inflasi di sektor jasa “harus turun lebih jauh” agar sejalan dengan target 2%. Ia juga memperingatkan bahwa meskipun pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran, kondisi tersebut masih terlalu ketat untuk memastikan keseimbangan harga jangka menengah. “Komposisi inflasi saat ini sangat tidak seimbang — inflasi jasa masih lebih tinggi dari level yang sesuai dengan target,” katanya.
Selain membahas inflasi, Bailey juga menyoroti masalah kurangnya investasi domestik di Inggris, terutama dari sektor dana pensiun. Ia menilai bahwa industri pensiun yang “terfragmentasi” menjadi salah satu penyebab lemahnya pertumbuhan modal dan investasi di ekonomi riil Inggris. “Kita tidak bisa menghindar dari fakta bahwa Inggris memiliki tingkat pendalaman modal dan investasi yang lemah, serta industri pensiun yang tidak banyak menanamkan dananya di sektor riil domestik,” jelas Bailey.
Komentar tersebut muncul seiring dengan upaya pemerintah baru Partai Buruh untuk mendorong investasi dalam negeri melalui reformasi sistem dana pensiun guna mempercepat pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Menanggapi pertanyaan mengenai anggaran pertama Kanselir Keuangan Rachel Reeves pada 30 Oktober mendatang, Bailey menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi terhadap arah kebijakan moneter dan fiskal.
“Pertanyaan soal pertumbuhan ekonomi adalah hal yang sangat krusial,” ujar Bailey. “Tingkat pertumbuhan menentukan seberapa cepat kebijakan moneter dapat disesuaikan, memengaruhi ruang fiskal pemerintah, serta berdampak besar terhadap pembiayaan layanan publik seperti sektor kesehatan.”
Dengan inflasi yang mendingin, namun ketidakpastian ekonomi masih tinggi, pasar kini menunggu langkah konkret BOE pada November untuk melihat sejauh mana bank sentral berani mempercepat siklus pemangkasan suku bunga tanpa menimbulkan risiko kebangkitan inflasi di awal 2025.
Source : Bloomberg
Komentar
Posting Komentar