Gubernur BOJ Akan Teliti Dampak Tarif AS dalam Keputusan Kebijakan Moneter
Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, pada Rabu menyatakan bahwa bank sentral Jepang akan secara cermat menganalisis dampak tarif impor Amerika Serikat terhadap perekonomian Jepang dalam setiap pengambilan keputusan kebijakan moneternya.
“Ketidakpastian ekonomi domestik dan global meningkat akibat tarif otomotif dan tarif balasan Amerika Serikat,” ujar Ueda dalam pernyataannya di hadapan parlemen Jepang. “Kami akan terus menganalisis secara mendalam bagaimana kebijakan tarif tersebut dapat memengaruhi perekonomian dan harga di Jepang melalui berbagai saluran transmisi,” tambahnya.
BOJ sebelumnya telah keluar dari kebijakan stimulus ultra-longgar pada tahun lalu dan menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,5% pada Januari 2025. Langkah tersebut diambil dengan keyakinan bahwa Jepang sedang berada di ambang pencapaian target inflasi 2% secara berkelanjutan. Namun, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif perdagangan secara luas di berbagai negara — termasuk Jepang — kini menimbulkan tantangan baru bagi rencana BOJ dalam melanjutkan normalisasi kebijakan suku bunga.
Ueda menjelaskan bahwa keputusan sebelumnya untuk menaikkan suku bunga didasarkan pada pengamatan terhadap inflasi inti yang terus bergerak naik mendekati target 2%. Ia menegaskan bahwa penarikan dukungan moneter berlebih pada tahap ini dimaksudkan untuk mencegah tekanan inflasi yang berlebihan di masa depan, sehingga BOJ tidak perlu menaikkan suku bunga secara tajam di kemudian hari. Strategi ini juga dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jepang tetap berkelanjutan dalam jangka menengah.
Menanggapi permintaan anggota parlemen agar BOJ memberikan pernyataan yang lebih tegas terkait dampak ekonomi dari tarif Trump, Ueda menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan arah pasti dari kebijakan perdagangan AS tersebut. “Kami akan terus meneliti perkembangan yang terjadi, menganalisis bagaimana dampaknya terhadap ekonomi, harga, dan pasar, untuk menghasilkan proyeksi yang solid dan mengarahkan kebijakan secara tepat,” ujarnya.
Rapat kebijakan berikutnya dari BOJ dijadwalkan pada 30 April hingga 1 Mei 2025, di mana dewan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada level 0,5% sambil merilis proyeksi ekonomi kuartalan terbaru. Para analis memperkirakan bahwa BOJ akan mengadopsi sikap berhati-hati, mengingat ketidakpastian global yang meningkat akibat kebijakan tarif AS dan potensi dampaknya terhadap ekspor, harga energi, serta arus investasi Jepang.
Dengan dinamika global yang semakin kompleks, fokus utama BOJ kini adalah menyeimbangkan antara menjaga stabilitas harga dan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu oleh guncangan eksternal. Langkah kehati-hatian Ueda mencerminkan pendekatan strategis bank sentral dalam menghadapi tantangan geopolitik yang dapat berdampak langsung terhadap kebijakan moneter Jepang.
Sumber: Investing.com
Komentar
Posting Komentar