Bitcoin dan XRP Tertekan Setelah Reli Tajam, ETH Tetap Stabil
Harga Bitcoin (BTC) melemah pada Selasa, 5 November, setelah sebelumnya sempat menembus level psikologis US$111.000 di akhir pekan lalu. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya aksi ambil untung dan penguatan dolar AS yang menekan aliran masuk ke ETF berbasis kripto. Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat turun ke kisaran US$101.000, meski secara keseluruhan masih membukukan kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Sejumlah analis menekankan bahwa level support menengah di sekitar US$98.000 menjadi batas penting untuk menjaga momentum bullish yang telah terbentuk.
Beberapa pelaku pasar juga menilai bahwa kenaikan tajam dalam beberapa minggu terakhir membuat pasar mulai berhati-hati. Jika tekanan dari dolar AS terus berlangsung, potensi koreksi yang lebih dalam menjadi semakin besar. Meski begitu, persepsi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi pendorong utama yang menopang prospek jangka menengah.
XRP Melemah, Pasokan Baru Tekan Sentimen Pasar
Token XRP turun ke sekitar US$2,20 pada Selasa (5 November), setelah Ripple Labs merilis 1 miliar XRP dari escrow pada awal bulan ini. Pelepasan pasokan dalam jumlah besar tersebut memicu kekhawatiran mengenai tekanan suplai jangka pendek di pasar. Sepanjang Oktober, XRP tercatat melemah hampir 11%, meskipun sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan di awal November.
Analis memperingatkan bahwa volatilitas masih tinggi, terutama karena sebagian besar investor ritel menantikan sinyal fundamental baru dari Ripple maupun regulator AS. Tanpa adanya katalis positif dalam waktu dekat, tekanan jual berpotensi meningkat. Meskipun begitu, sejumlah pelaku pasar masih melihat peluang pemulihan menengah jika adopsi XRP dalam sektor pembayaran lintas negara terus berkembang.
Ethereum Stabil, Pasar Fokus pada Pembaruan Jaringan dan Arus Institusional
Ethereum (ETH) bergerak stabil dalam kisaran US$3.200–3.400 pada Selasa (5 November). Investor kini memusatkan perhatian pada hard fork besar bertajuk “Fusaka”, yang dijadwalkan rilis bulan ini. Pembaruan ini mencakup 11 Ethereum Improvement Proposals (EIPs) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan, skalabilitas, serta optimalisasi penggunaan gas.
Pembaruan Fusaka dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi Ethereum di sektor DeFi dan tokenisasi aset, dua sektor yang terus berkembang pesat. Selain itu, laporan terbaru menunjukkan adanya peningkatan aliran dana institusional sepanjang Oktober, dengan lebih dari 550.000 ETH tercatat di berbagai platform investasi kripto utama.
Meski prospek Ethereum dinilai solid, sebagian analis menekankan bahwa pasar masih menunggu bukti nyata mengenai peningkatan performa jaringan pasca-upgrade. Jika pembaruan berjalan mulus dan memberikan efisiensi signifikan, minat institusional dapat meningkat lebih jauh, memperkuat posisi ETH sebagai salah satu aset kripto paling dominan di pasar global.
Source: Newsmaker.id
Komentar
Posting Komentar