Dolar Australia Menguat Berkat Sentimen Hawkish RBA dan Pelemahan USD
Dolar Australia (AUD) menghentikan tren pelem
ahan tiga hari beruntun pada Rabu (27/11), didukung oleh meredanya kekuatan dolar Amerika Serikat (USD) di tengah optimisme pasar obligasi. Sikap hawkish Reserve Bank of Australia (RBA) jelang keputusan suku bunga berikutnya turut memberikan dorongan positif bagi AUD, sehingga meningkatkan minat beli di pasar valuta asing. Para pelaku pasar kini menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan yang akan dirilis pada sesi Amerika Utara.
Dari sisi domestik, inflasi Australia menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Indeks Harga Konsumen (CPI) bulanan untuk Oktober naik 2,1% secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya namun sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,3%. Tingkat inflasi ini merupakan yang terendah sejak Juli 2021 dan telah berada dalam rentang target RBA sebesar 2–3% selama tiga bulan berturut-turut. Meskipun tidak lebih tinggi dari perkiraan, stabilitas inflasi memberikan ruang bagi RBA untuk mempertahankan sikap hawkishnya jika tekanan harga kembali meningkat.
Namun, potensi penguatan AUD/USD dapat tertahan oleh memburuknya sentimen pasar global setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif 10% untuk seluruh barang Tiongkok yang masuk ke Amerika Serikat. Ketegangan perdagangan ini menjadi perhatian utama bagi Australia, mengingat hubungan ekonomi yang erat antara Australia dan Tiongkok. Setiap gangguan pada aktivitas ekonomi Tiongkok berpotensi memengaruhi ekspor dan komoditas Australia, sehingga menambah tekanan eksternal pada AUD.
Duta Besar Tiongkok untuk Australia menegaskan pada Selasa bahwa kebijakan perdagangan AS terhadap Tiongkok dan negara lain akan membawa dampak signifikan. Ia juga menyampaikan harapan agar kedua negara membuka dialog untuk membahas kebijakan perdagangan serta mencari cara yang lebih efektif dalam mengelola hubungan bilateral. Pernyataan tersebut menyoroti ketidakpastian yang masih membayangi pasar global dan menjadi faktor yang turut diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah AUD/USD.
Dengan kombinasi faktor domestik yang mendukung dan tantangan eksternal yang meningkat, AUD masih memiliki peluang untuk mempertahankan momentum kenaikannya. Namun, arah pergerakan jangka pendek akan sangat bergantung pada data AS yang akan dirilis serta perkembangan hubungan perdagangan antara Washington dan Beijing.
Source: FXStreet
Komentar
Posting Komentar