Harga Perak Cetak Rekor Baru USD 72 per Ons, Didukung Permintaan Global dan Ketidakpastian Geopolitik

Harga perak kembali mencatatkan tonggak bersejarah dengan menembus level USD 72,22 per ons pada 24 Desember 2025, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di pasar logam mulia. Lonjakan ini menegaskan posisi perak sebagai salah satu aset dengan kinerja terbaik, didorong oleh kombinasi kuat antara permintaan investasi dan kebutuhan industri yang terus meningkat. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, minat investor terhadap perak sebagai aset lindung nilai semakin menguat.

Permintaan global terhadap perak mengalami peningkatan signifikan, terutama dari sektor energi terbarukan, elektronik, dan otomotif. Perak memainkan peran krusial dalam produksi panel surya, kendaraan listrik, serta berbagai komponen teknologi canggih, menjadikannya logam strategis dalam transisi energi global. Seiring percepatan adopsi teknologi hijau dan digitalisasi, kebutuhan industri terhadap perak terus menekan sisi pasokan, menciptakan ketidakseimbangan yang mendorong harga semakin tinggi.

Faktor geopolitik turut memperkuat tren bullish perak. Ketegangan internasional dan risiko gangguan rantai pasok di sejumlah wilayah produsen menambah tekanan pada ketersediaan logam ini. Pasokan yang terbatas di pasar utama, dikombinasikan dengan permintaan yang konsisten meningkat, memperkokoh sentimen positif dan mendorong reli harga perak berkelanjutan.

Perak kini tidak lagi dipandang semata sebagai aset lindung nilai, melainkan juga sebagai komoditas industri vital dengan prospek jangka panjang yang solid. Karakter ganda ini membuat perak semakin menarik bagi investor institusional maupun ritel, karena menawarkan potensi perlindungan nilai sekaligus eksposur terhadap pertumbuhan struktural industri global. Banyak analis menilai bahwa fondasi permintaan perak saat ini bersifat berkelanjutan, bukan sekadar dorongan spekulatif jangka pendek.

Sepanjang 2025, perak mencatat kenaikan harga yang spektakuler dan mengungguli banyak komoditas lainnya. Kinerja ini menarik arus modal baru ke pasar perak, meskipun volatilitas tetap menjadi risiko yang perlu diperhitungkan. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, termasuk potensi penurunan suku bunga, semakin meningkatkan daya tarik perak yang tidak memberikan imbal hasil bunga, tetapi menawarkan perlindungan nilai di tengah inflasi dan ketidakpastian.

Kenaikan harga perak juga diperkuat oleh meningkatnya minat terhadap produk ETF berbasis logam mulia, yang memudahkan akses investor ke pasar ini. Di saat yang sama, ketegangan global di berbagai kawasan, termasuk Amerika Latin dan Timur Tengah, menambah tekanan pasokan dan memperkuat sentimen safe haven. Dengan kombinasi permintaan yang terus tumbuh dan ketidakpastian global yang belum mereda, banyak analis memproyeksikan harga perak akan tetap berada dalam tren naik dalam beberapa tahun mendatang, menjadikannya salah satu aset paling diperhatikan di pasar komoditas global.



Source: Newsmaker.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini