Risk-Off Mulai Mereda, Bitcoin Berupaya Bangkit di Tengah Volatilitas Tinggi


Bitcoin mulai menunjukkan tanda stabilisasi pada sesi perdagangan Eropa, Senin 2 Februari, setelah sebelumnya berada di bawah tekanan kuat dan mendekati level terendah sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Usai aksi jual besar-besaran sepanjang akhir pekan, sebagian pelaku pasar menilai bahwa posisi yang terlalu agresif telah banyak terlikuidasi, sehingga membuka ruang bagi upaya pemulihan harga meski volatilitas masih tetap tinggi.

Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran USD 77.586 dengan rentang pergerakan harian antara USD 74.609 hingga USD 78.774. Pola ini mencerminkan pasar yang masih sangat sensitif terhadap sentimen global. Bitcoin sempat tertekan hingga area USD 74.000, namun muncul upaya bertahan di atas zona tersebut, menandakan adanya minat beli spekulatif di level yang dianggap menarik oleh sebagian investor jangka pendek.

Tekanan di pasar kripto belakangan ini tidak terlepas dari suasana risk-off global, terutama setelah kejatuhan tajam harga emas dan perak. Dalam ekosistem kripto, koreksi sering kali diperparah oleh penggunaan leverage. Ketika harga turun cepat, posisi long yang terlalu optimistis terpaksa ditutup secara paksa. Data likuidasi dari CoinGlass menjadi sorotan karena menunjukkan besarnya nilai posisi leverage yang tersapu hanya dalam waktu singkat, memperjelas skala deleveraging yang terjadi.

Altcoin ikut mengalami pemantulan, namun kondisinya masih rapuh. Ethereum (ETH) diperdagangkan di sekitar USD 2.277 dengan kisaran harian USD 2.163–USD 2.417. Solana (SOL) berada di level USD 102,96 dengan rentang USD 96,08–USD 106,26, sementara XRP bergerak di sekitar USD 1,62 dalam kisaran USD 1,53–USD 1,65. Meski ada upaya rebound, pergerakan ini belum cukup kuat untuk menandakan berakhirnya fase risk-off secara menyeluruh.

Sentimen ke depan masih sangat dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat menyusul pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve. Jika pasar terus menafsirkan arah kebijakan yang lebih ketat, dengan dolar dan imbal hasil obligasi menguat, aset berisiko seperti kripto cenderung kembali tertekan. Sebaliknya, jika tekanan pada dolar dan yield mereda, pasar kripto berpeluang bernapas lebih panjang. Fokus utama pelaku pasar saat ini tetap pada kemampuan Bitcoin untuk bertahan secara konsisten di atas area krusial USD 74.000–USD 75.000, yang kini menjadi tolok ukur sentimen jangka pendek.


Source: Newsmaker.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini