Bitcoin Turun di Bawah US$118.000 di Tengah Kehati-hatian Regulasi Bitcoin (BTC) tergelincir di bawah US$118.000 pada Kamis, dipicu aksi ambil untung dan pergerakan dompet berskala besar ( whale moves ), sementara para trader bersikap hati-hati menjelang rilis laporan kebijakan kripto Gedung Putih yang dijadwalkan akhir bulan ini. Aset kripto terbesar di dunia tersebut terakhir diperdagangkan 0,6% lebih rendah di US$117.780 pada pukul 02:36 ET (06:36 GMT). BTC masih berada dalam fase konsolidasi setelah pekan lalu mencetak rekor baru di atas US$123.000, dengan kenaikan yang tertahan akibat laporan transaksi besar dari investor institusional maupun whale. Sementara itu, sejumlah altcoin mengalami tekanan lebih tajam. XRP dan Dogecoin memimpin penurunan setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa, menunjukkan rotasi pasar yang lebih berhati-hati pasca reli besar. Laporan Kebijakan Kripto Gedung Putih Akan Dirilis Penasihat kripto Gedung Putih, Bo Hines, mengum...
Postingan
Menampilkan postingan dari September, 2025
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BCO Weekly Review and Forecast: Harga Minyak Menguji Keseimbangan Pasokan dan Permintaan Harga minyak dunia sepanjang pekan terakhir mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik, kebijakan OPEC+, hingga sentimen global terhadap prospek ekonomi. Meskipun sempat menguat di pertengahan minggu, harga minyak akhirnya ditutup melemah dengan tekanan dari potensi peningkatan produksi dan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Awal Pekan: Tekanan dari Rencana Kenaikan Produksi OPEC+ Pada Senin (30/6), harga minyak melemah tipis setelah investor menilai berkurangnya risiko geopolitik Timur Tengah serta ekspektasi peningkatan produksi dari OPEC+. Baik Brent maupun WTI mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2023, namun secara bulanan tetap membukukan kenaikan beruntun kedua, masing-masing sekitar 6% dan 7%. Sumber internal OPEC+ mengindikasikan bahwa kelompok produsen minyak tersebut akan menambah produksi sebesar 411.000 barel per hari pada Agustus, s...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Emas Menguat, Siap Catatkan Kinerja Bulanan Terbaik dalam Empat Bulan Berkat Data Inflasi AS Harga emas dunia menguat sekitar 1% pada perdagangan Jumat, menempatkannya di jalur menuju kinerja bulanan terbaik sejak April. Dorongan utama datang dari data inflasi Amerika Serikat yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga pada bulan depan. Kinerja Harga Emas dan Data Terbaru Harga spot emas tercatat naik 0,8% menjadi US$3.443,19 per troy ounce pada pukul 13:53 waktu New York, level tertinggi sejak 17 Juli. Sepanjang Agustus, emas telah menguat 4,7% , menandai reli bulanan paling solid dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,2% ke US$3.516,1 . Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) memang stabil, namun tercatat melemah 2,2% sepanjang bulan Agustus . Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia ini di pasar glo...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hang Seng Index Menguat, Alibaba Pimpin Kenaikan Saham Teknologi Pasar saham Hong Kong dibuka menguat pada Selasa, 17 September, dengan Hang Seng Index (HSI) naik 115 poin atau 0,43% ke level 26.554. Kenaikan juga terlihat pada China Enterprises Index , yang bertambah 48 poin atau 0,51% menjadi 9.434, serta Hang Seng Tech In dex yang melesat 55 poin atau 0,91% hingga menutup perdagangan di 6.133. Saham Teknologi Jadi Motor Penggerak Sektor teknologi menjadi bintang utama pada awal perdagangan. Alibaba Group memimpin penguatan dengan lonjakan 2,7%. Kinerja impresif ini disusul oleh JD.com yang melonjak 3%, diikuti Meituan yang naik 0,8%, dan Xiaomi Group yang menguat 0,7%. Tencent Holdings mencatat kenaikan tipis sebesar 0,2%, sementara Kuaishou Technology justru melemah tipis 0,1%. Kenaikan di saham teknologi menunjukkan optimisme investor terhadap prospek sektor ini, khususnya pada raksasa e-commerce seperti Alibaba dan JD.com. Kepercayaan pasar yang meningkat memperl...