Ancaman Tarif Trump Terhadap BRICS: Ketegangan Baru yang Menggetarkan Ekonomi Global Peringatan terbaru Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang dinamika geopolitik dan perdagangan dunia. Trump mengancam akan mengenakan tarif 10% pada impor dari negara-negara anggota BRICS, sebuah langkah yang menambah panas hubungan AS dengan blok ekonomi yang terus tumbuh tersebut. Dalam pernyataannya, Trump menilai ekspansi BRICS berpotensi membuat kelompok itu “tidak lagi relevan”, sembari menuduh negara-negara tersebut berupaya menekan Amerika Serikat. Retorika Tarif Trump dan Bayangan Konflik Dagang Baru Trump sebelumnya telah mengumumkan rencana tarif pada 6 Juli, menyasar negara-negara yang menurutnya mendukung kebijakan “anti-Amerika” BRICS. Meski tanpa menyebut nama secara langsung, ancaman tersebut jelas tertuju pada inti kelompok—Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan—serta negara-negara yang sedang dipertimbangkan untuk bergabung seperti Iran dan Indonesia. Bagi Washington,...
Postingan
Menampilkan postingan dari November, 2025
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Respons Tegas Mahkamah Agung Brasil terhadap Ancaman Tarif Trump dalam Kasus Bolsonaro Mahkamah Agung Brasil memberikan respons keras atas ancaman tarif yang disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penyelidikan hukum terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro. Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 50% pada 9 Juli jika pengadilan Brasil tetap melanjutkan proses penyidikan. Meskipun sedang memasuki masa reses, sejumlah hakim Mahkamah Agung Brasil—termasuk Alexandre de Moraes yang memimpin kasus Bolsonaro—segera menyusun langkah balasan yang menegaskan bahwa respons tersebut bertujuan mempertahankan kedaulatan Brasil, bukan sekadar meredakan ketegangan dengan AS. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva kemudian menegaskan bahwa Brasil adalah negara berdaulat dengan institusi yang berjalan independen. Pernyataan ini memperkuat garis pemisah antara cabang eksekutif dan yudikatif, serta menunjukkan sikap tegas pemerintah terhadap tekanan Washington terkait pen...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
USD/JPY Menguat ke Level 156 di Tengah Ekspektasi Pasar yang Berubah Pasangan mata uang USD/JPY kembali menanjak menuju 156,50 pada awal sesi Asia, didorong oleh sikap hati-hati para pejabat Federal Reserve yang menilai kebijakan moneter saat ini masih berada pada tingkat yang tepat. Persepsi ini membuat pasar mulai memangkas ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga, meski komentar dari John Williams yang masih membuka peluang penurunan suku bunga menjaga arah pergerakan dolar tetap bercampur. Ketidakpastian kebijakan The Fed ini menciptakan dinamika baru bagi pasar valuta asing, terutama bagi pasangan yen yang sensitif terhadap perubahan sentimen global. Kenaikan USD/JPY tidak sepenuhnya mulus. Peringatan tegas dari pemerintah Jepang menjadi faktor pembatas laju penguatan dolar. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan bahwa Jepang siap melakukan intervensi apabila volatilitas yen dianggap berlebihan. Pernyataan ini langsung menciptakan kehati-hatian pelaku pasar, mengingat se...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bursa Asia Bergerak Sempit, Yen Tembus Level Psikologis, Investor Mencermati Sinyal Ekonomi Global Bursa saham Asia diperdagangkan dalam rentang yang sempit pada Jumat, mengikuti pelemahan pasar AS yang turun dari rekor tertingginya setelah perkiraan mengecewakan dari peritel terbesar di dunia kembali memunculkan kekhawatiran atas kesehatan ekonomi Amerika. Yen Jepang menguat menembus level penting 150 per dolar, didorong spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan mempercepat siklus kenaikan suku bunganya. Di Australia, indeks saham bergerak sedikit lebih tinggi, sementara saham Jepang justru melemah akibat penguatan mata uang domestik yang menekan prospek pendapatan perusahaan berbasis ekspor. Futures saham mengindikasikan potensi kenaikan awal di Hong Kong, setelah indeks saham Tiongkok yang terdaftar di AS menguat berkat laporan pendapatan Alibaba Group Holding Ltd. yang mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat dalam lebih dari satu tahun. Investor kini menantikan apakah pasar saha...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Iran Balas Serangan AS dengan Rudal, Namun Pilih Jalur Diplomasi? Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin dini hari sebagai respons terhadap serangan udara Amerika Serikat yang menghantam tiga fasilitas nuklirnya akhir pekan lalu. Pangkalan tersebut merupakan markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di Timur Tengah. Serangan balasan itu tidak menimbulkan kerusakan karena seluruh rudal berhasil dicegat, sementara pangkalan telah dievakuasi sebelum dampak apa pun terjadi. Pemerintah Iran menyebut aksi tersebut sebagai respons yang “proporsional dan tegas,” namun secara luas dianggap simbolis. Kantor berita IRNA melaporkan bahwa jumlah rudal yang ditembakkan sama dengan jumlah bom yang dijatuhkan AS. Teheran juga menegaskan tidak berniat menyakiti Qatar, yang disebutnya sebagai negara sahabat. Langkah ini dipandang sebagai sinyal jelas bahwa Iran tidak ingin memperbesar konflik dan memilih menunjukkan perlawanan tanpa meningkatkan eskalasi. Di sisi lain, Wakil P...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Harga Minyak Turun Seiring Dolar Menguat Pasca Pemangkasan Suku Bunga The Fed Harga minyak dunia melemah setelah penguatan signifikan dolar AS yang dipicu oleh ekspektasi berkurangnya jumlah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun depan. Pergerakan ini menekan pasar komoditas, mengingat dolar yang lebih kuat membuat minyak menjadi lebih mahal bagi sebagian besar pembeli global. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk Februari merosot mendekati USD 69 per barel, sementara Brent menetap di atas USD 73 per barel. Penurunan ini terjadi tidak lama setelah keputusan The Fed yang memangkas suku bunga sesuai ekspektasi pada Rabu, namun sekaligus menurunkan proyeksi jumlah pemotongan hingga tahun 2025. Langkah ini langsung mengangkat dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, memberikan tekanan tambahan bagi harga minyak. Pada hari sebelumnya, harga minyak sempat menguat setelah data menunjukkan persediaan minyak nasional AS menurun untuk minggu keempat berturut-tu...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik Memanas, Namun Harga Perak Melemah — Apa Penyebabnya? Harga perak (XAG/USD) terpantau melemah ke kisaran $36,20 pada sesi perdagangan Asia hari Senin, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar AS yang menekan harga komoditas berdenominasi dolar. Meski demikian, tekanan penurunan perak tampak terbatas karena meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah eskalasi konflik kawasan. Kinerja dolar AS yang solid menjadi faktor utama pelemahan harga perak. Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis Jumat lalu menunjukkan perbaikan signifikan pada Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan , yang naik ke level 60,5 pada Juni dari 52,2 di periode sebelumnya. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan pasar di 53,5, menandakan meningkatnya optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi AS. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa ekonomi Amerika tetap tangguh, sehingga mendukung penguatan greenback dan menekan harga loga...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dolar Australia Menguat Berkat Sentimen Hawkish RBA dan Pelemahan USD Dolar Australia (AUD) menghentikan tren pelem ahan tiga hari beruntun pada Rabu (27/11), didukung oleh meredanya kekuatan dolar Amerika Serikat (USD) di tengah optimisme pasar obligasi. Sikap hawkish Reserve Bank of Australia (RBA) jelang keputusan suku bunga berikutnya turut memberikan dorongan positif bagi AUD, sehingga meningkatkan minat beli di pasar valuta asing. Para pelaku pasar kini menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan yang akan dirilis pada sesi Amerika Utara. Dari sisi domestik, inflasi Australia menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Indeks Harga Konsumen (CPI) bulanan untuk Oktober naik 2,1% secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya namun sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,3%. Tingkat inflasi ini merupakan yang terendah sejak Juli 2021 dan telah berada dalam rentang...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yen Menguat, Bursa Jepang Tertekan: Sentimen Eksternal dan Penguatan Mata Uang Seret Nikkei Bursa saham Jepang melemah pada Jumat, terseret oleh kejatuhan tajam saham teknologi AS yang mengguncang sentimen global. Penguatan yen turut memperdalam tekanan, khususnya pada saham-saham berbasis teknologi dan komponen chip yang sangat sensitif terhadap fluktuasi mata uang. Renesas Electronics anjlok 3,9%, SoftBank Group merosot 7,3%, sementara Advantest jatuh hingga 6,1%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek pendapatan perusahaan yang bergantung pada permintaan luar negeri. Di pasar valuta asing, USD/JPY bergerak ke level 152,95 dari 153,87 pada penutupan perdagangan Kamis di Tokyo. Penguatan yen biasanya menjadi angin sakal bagi eksportir, karena pendapatan luar negeri mereka tergerus saat dikonversi kembali ke yen. Tekanan ini semakin terasa bagi sektor teknologi dan chip, yang memiliki eksposur internasional tinggi dan sangat rentan terhadap volatilitas mata uang. Para inve...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bitcoin dan XRP Tertekan Setelah Reli Tajam, ETH Tetap Stabil Harga Bitcoin (BTC) melemah pada Selasa, 5 November, setelah sebelumnya sempat menembus level psikologis US$111.000 di akhir pekan lalu. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya aksi ambil untung dan penguatan dolar AS yang menekan aliran masuk ke ETF berbasis kripto. Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat turun ke kisaran US$101.000 , meski secara keseluruhan masih membukukan kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Sejumlah analis menekankan bahwa level support menengah di sekitar US$98.000 menjadi batas penting untuk menjaga momentum bullish yang telah terbentuk. Beberapa pelaku pasar juga menilai bahwa kenaikan tajam dalam beberapa minggu terakhir membuat pasar mulai berhati-hati. Jika tekanan dari dolar AS terus berlangsung, potensi koreksi yang lebih dalam menjadi semakin besar. Meski begitu, persepsi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi pendorong utama y...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Trump Dorong Negosiasi Damai Ukraina–Rusia, Janjikan Langkah Cepat Akhiri Perang Presiden Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mengakhiri perang Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga tahun, dengan menyatakan bahwa dirinya dan Presiden Rusia telah sepakat untuk “segera” memulai proses negosiasi. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan bahwa ia akan langsung menghubungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menyampaikan hasil pembicaraannya dengan Moskow. Ia juga menunjuk sejumlah pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Direktur CIA John Ratcliffe, untuk memimpin proses negosiasi yang diyakininya akan berhasil. Meskipun Trump tidak mengungkapkan detail syarat apa pun terkait penghentian konflik, pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan gambaran penting mengenai arah kebijakan Washington. Dalam kunjungannya ke Jerman, Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak melihat keanggotaan NATO untuk Ukraina sebagai has...